Kayaknya gak ada yang bisa melebihi kesetiaan dan dedikasi Connie Brown dalam hal memiliki pekerjaan tetap di toko ikan. Mau tau berapa tahun Connie bekerja di toko tersebut?Connie Brown atau bernama Constance Brown adalah pemilik toko ikan dan chip, Browns, di Pembroke, Wales barat. Connie Brown sendiri saat ini sudah berusia 101 tahun dan 6 Agustus nanti berusia 102 tahun. Toko Browns sendiri sebenarnya merupakan toko milik Connie dan alharhum suaminya, Sidney, - yang meninggal tahun 1964 - yang mereka bangun di tahun 1928. Sebagai pemilik toko ikan, Connie sudah bergulat dengan yang namanya ikan, tepatnya nih sekitar 8 jam per hari, 6 jam per minggu selama 81 tahun. Dan biasanya Connie tiba di tempat kerja sekitar jam 9 pagi setiap harinya. Dan Connie baru kembali ke toko sekitar pukul 11 siang hingga pukul 2.30 sore Meski statusnya sebagai pemilik, tetapi Connie ternyata masih melakukan tugasnya seperti menyisik atau membersihkan, membuat fillet dan menggoreng ikan dan bersih-bersih. �Aku memotong ikan, membersihkan dan meyiapkannya, adonan dibuat lalu aku pergi ke rumah untuk minum teh,� ujar Connie lewat BBC.co.uk dimana dirinya hanya tinggal di atas toko ikan tersebut. Yang pasti nih, Connie gak punya niatan untuk berhenti melakukan pekerjaan itu karena dirinya begitu menikmatinya. "Orang-orang bilang padaku untuk memiliki waktuku sendiri. tapi aku tahu apa yang terbaik dan itu adalah bekerja. Aku sangat menyukainya. Kenapa juga aku harus santai hanya karena usiaku sudah lebih dari 100 tahun? Bekerja membuatku muda," ujar Connie seperti dikutip dari Femalefirst.co.uk. Adapun Connie selama menjalankan tokonya dibantu oleh anak dan juga menantunya, Hilton (73 tahun) dan Glenus (68 tahun). Connie sendiri sempat diberi penghargaan MBE beberapa tahun lalu dimana hal itu membuatnya bisa bertemu dengan Ratu Inggris. �Hari itu merupakan hari terbesar dalam hidupku. Aku gak pernah ke Buckingham Palace sebelumnya. Aku harus berjalan menemui Ratu dan berjabat tangan dengannya. Peristiwa itu sangat indah, dan jujur, di merupakan orang yang menyenangkan,� ujar Connie lagi seperti di kutip di BBC.co.uk
Monday, 13 July 2009
Friday, 26 June 2009
Pertandingan Olah Raga Dunia Untuk Orang-orang Mini

Pertandingan olah raga dunia musim panas untuk para atlit yang memiliki ukuran di bawah normal atau yang memiliki ukuran tubuh yang mini ini bakal diselenggarakan pada 27 Juli mendatang di 3 tempat, tepatnya Mary Peters Track, di Belfast bagian selatan, University of Ulsterls Jordantown campus dan Larne Leisure Centre.
Adapun kompetisi olah raga itu diikuti sekitar lebih dari 200 atlit yang berasal dari 15 negara dimana dalam kompetisi itu bakal memainkan 9 jenis olah raga selama sekitar 1 minggu dan pertandingan dunia itu merupakan yang ke �5 kalinya.
�Lewat kerja keras dan dedikasi mereka, DAANI (Dwarf Athletic Association of North Ireland), dengan kondisi-kondisi pertumbuhan yang terbatas, memberikan masyarakat kesempatan untuk lebih terlibat dalam jalur-jalur utama olah raga dan aktifitas diluar,� ujar Lord Mayor, Naomi Long.
�Penelitian mengindikasikan bahwa setiap 1 Poundsterling yang kita habiskan untuk menjadi tuan rumah event utama internasional ini menghsilkan pendapatan �42 buat kota ini,� tambah Naomi Long lagi.
Adapun ketua eksekutif dari Sport Northern Ireland, Eamonn McCartan menambahkan,� Harapan-harapan ini menjadi peristiwa menarik dan unik, sekali lagi memberikan kontribusi kepada Belfast dan Irlandia Utara secara keseluruhan, sebuah kesempatan yang bernilai untuk memperlihatkannya sendiri di tingkat internasional sebagai sebuah tempat yang ideal buat event-event olah raga kelas dunia.�
Adapun Olah Raga Dunia buat Atlit Mini yang pertama diselenggarakan di Chicago tahun 1993. kemudian di Inggris tahun 1997 , Kanada di tahun 2001 dan Perancis di tahun 2005.
Dan Belfast sendiri bakal menjadi tuan rumah yang kedua kalinya tahun ini setelah sebelumnya juga pernah menjadi tuan rumah untuk acara yang sama tahun 2006 silam dimana saat itu atlit yang ikut lebih dari 100 orang dari 8 negara.
Adapun kompetisi olah raga itu diikuti sekitar lebih dari 200 atlit yang berasal dari 15 negara dimana dalam kompetisi itu bakal memainkan 9 jenis olah raga selama sekitar 1 minggu dan pertandingan dunia itu merupakan yang ke �5 kalinya.
�Lewat kerja keras dan dedikasi mereka, DAANI (Dwarf Athletic Association of North Ireland), dengan kondisi-kondisi pertumbuhan yang terbatas, memberikan masyarakat kesempatan untuk lebih terlibat dalam jalur-jalur utama olah raga dan aktifitas diluar,� ujar Lord Mayor, Naomi Long.
�Penelitian mengindikasikan bahwa setiap 1 Poundsterling yang kita habiskan untuk menjadi tuan rumah event utama internasional ini menghsilkan pendapatan �42 buat kota ini,� tambah Naomi Long lagi.
Adapun ketua eksekutif dari Sport Northern Ireland, Eamonn McCartan menambahkan,� Harapan-harapan ini menjadi peristiwa menarik dan unik, sekali lagi memberikan kontribusi kepada Belfast dan Irlandia Utara secara keseluruhan, sebuah kesempatan yang bernilai untuk memperlihatkannya sendiri di tingkat internasional sebagai sebuah tempat yang ideal buat event-event olah raga kelas dunia.�
Adapun Olah Raga Dunia buat Atlit Mini yang pertama diselenggarakan di Chicago tahun 1993. kemudian di Inggris tahun 1997 , Kanada di tahun 2001 dan Perancis di tahun 2005.
Dan Belfast sendiri bakal menjadi tuan rumah yang kedua kalinya tahun ini setelah sebelumnya juga pernah menjadi tuan rumah untuk acara yang sama tahun 2006 silam dimana saat itu atlit yang ikut lebih dari 100 orang dari 8 negara.
Wednesday, 24 June 2009
Penduduk Myanmar Donasikan Rambut Mereka

Penduduk di Myanmar memberikan rambut mereka yang total beratnya 800 kg. Hmm...buat apa ya rambut sebanyak itu? Ternyata para penduduk Myanmar mengumpilkan sekitar 800 kg rambut mereka itu demi mengumpulkan dana buat memperbaiki jalan atau rute di sebuah pagoda Buddha.
Adapun rambut-rambut itu terkumpul dari 30 ribu wanita dan sekitar 100 pria erambut panjang dari pusat kota Mandalay dan juga kota-kota terdekat.
Untuk ukuran pajang rambutnya sendiri bermacam-macam.
Seperti yang diberitakan Metro.co.uk, beberapa rambut yang terkumpul ada berukuran 1,2 meter, ujar Shin Wayama Nanda, ketua biarawan dari Wihara Naga Mandala.
Adapun kampanye - dipimpin oleh para biksu Buddha yang mengatur perbaikan pagoda Alaungdaw Kathapha yang terisolasi � bakal memakai keuntungan dari hasil penjualan rambut untuk memperbaiki bagian-bagian sebuah jalan dan juga membangun jembatan � jembatan yang menghubungkan pada tempat ziarah yang terkenal dimana dikatakan berisi
sisa-sisa salah satu dari pengikut Buddha.
�Dengan uang yang di dapat dari hasil penjualan rambut, beberapa bagian jalan sepanjang 25 km bakal diperbaiki dan sekitar 15 jembatan yang agak pendek dan juga yang agak panjang bakal dibangun,� ujar Shin Wayama Nanda.
Dan salah satunya bakal dinamai jembatan �Shwe Hsan Nwe� atau �Bridge of Golden Tresses� (yang kalau diterjemahin berbunyi : jembatan dari rambut-rambut emas, kale�)
Kampaye-kampanye itu sendiri telah beredar luas hingga ke kota terbesar di Negara itu, Yangon.
Tidak seperti pagoda-pagoda lainnya di Myanmar, untuk masuk ke pagoda di daerah barat laut Negara tersebut sangatlah sulit.
Beberapa bagian dari rute jalan hanya bisa dicapai menggunakan gajah atau juga berjalan kaki.
Rambut-rambut itu sendiri sih bakal dibuat sebagai wig dan juga rambut buat boneka, atau jika mungkin bakal dijual ke pedagan-pedagan dari Cina untuk maksud yang sama.
Adapun rambut-rambut itu terkumpul dari 30 ribu wanita dan sekitar 100 pria erambut panjang dari pusat kota Mandalay dan juga kota-kota terdekat.
Untuk ukuran pajang rambutnya sendiri bermacam-macam.
Seperti yang diberitakan Metro.co.uk, beberapa rambut yang terkumpul ada berukuran 1,2 meter, ujar Shin Wayama Nanda, ketua biarawan dari Wihara Naga Mandala.
Adapun kampanye - dipimpin oleh para biksu Buddha yang mengatur perbaikan pagoda Alaungdaw Kathapha yang terisolasi � bakal memakai keuntungan dari hasil penjualan rambut untuk memperbaiki bagian-bagian sebuah jalan dan juga membangun jembatan � jembatan yang menghubungkan pada tempat ziarah yang terkenal dimana dikatakan berisi
sisa-sisa salah satu dari pengikut Buddha.
�Dengan uang yang di dapat dari hasil penjualan rambut, beberapa bagian jalan sepanjang 25 km bakal diperbaiki dan sekitar 15 jembatan yang agak pendek dan juga yang agak panjang bakal dibangun,� ujar Shin Wayama Nanda.
Dan salah satunya bakal dinamai jembatan �Shwe Hsan Nwe� atau �Bridge of Golden Tresses� (yang kalau diterjemahin berbunyi : jembatan dari rambut-rambut emas, kale�)
Kampaye-kampanye itu sendiri telah beredar luas hingga ke kota terbesar di Negara itu, Yangon.
Tidak seperti pagoda-pagoda lainnya di Myanmar, untuk masuk ke pagoda di daerah barat laut Negara tersebut sangatlah sulit.
Beberapa bagian dari rute jalan hanya bisa dicapai menggunakan gajah atau juga berjalan kaki.
Rambut-rambut itu sendiri sih bakal dibuat sebagai wig dan juga rambut buat boneka, atau jika mungkin bakal dijual ke pedagan-pedagan dari Cina untuk maksud yang sama.
Monday, 15 June 2009
Saturday, 30 May 2009
Facebook Pertemukan Anak Yang Lama Diculik Dengan Ibunya
Ini adalah satu lagi jasa Facebook bagi dunia. Selain menyatukan teman-teman lama, Facebook baru-baru ini mempertemukan kembali seorang anak hilang yang diculik 27 tahun lalu dengan ibunya.Facebook benar-benar menjadi berkah bagi Avril Grube, wanita Inggris berusia 62 tahun. Pasalnya lewat situs jaringan sosial itulah dirinya bertemu kembali dengan putranya Gavin Paros setelah hilang selama 27 tahun. Ceritanya, Avril bercerai dengan ayah Gavin Joseph Paros yang asal Hongaria tahun 1982.
Namun Gavin yang tinggal bersama ibunya masih mendapatkan kunjungan sesekali dari ayahnya. Pada suatu sore, mantan suaminya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Gavin dan meluangkan waktu selama satu hari bersama putranya tersebut, namun kesempatan tersebut digunakan pria Hongaria tersebut untuk membawa lari Gavin.
Namun Gavin yang tinggal bersama ibunya masih mendapatkan kunjungan sesekali dari ayahnya. Pada suatu sore, mantan suaminya mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Gavin dan meluangkan waktu selama satu hari bersama putranya tersebut, namun kesempatan tersebut digunakan pria Hongaria tersebut untuk membawa lari Gavin.
Avril yang saat ini menderita stroke tahu Gavin dibawa pergi ayahnya ke Hongaria. Karena itu Avril bersama adiknya Beryl Wilson yang saat ini berusia 59, terus mencoba mencari Gavin termasuk diantaranya dengan menghubungi pihak kedutaan besar Hongaria bahkan meminta bantuan resmi kepada perdana menteri Inggris saat itu Margaret Thatcher.
Beryl Wilson seperti dikatakannya kepada BBC menyebut awalnya Gavin diajak ayahnya pergi ke kebun binatang Blackpool, namun mereka tidak kembali ke rumah sejak saat itu dan ternyata memang sang ayah membawa Gavin ke Hongaria.
"Kaka saya sangat menderita, bahkan kesehatannya terus memburuk. Kami telah melakukan semua usaha, namun tampaknya sia-sia," kata Beryl.
Namun, setelah hampir putus asa Beryl Wilson mencoba menggunakan Internet untuk melacak keberadaan keponakannya itu. Awalnya dirinya memasukkan nama keponakannya ke sebuah search engine atau mesin pencari. Dan ternyata, mesin pencari tersebut mengarahkannya kepada sebuah profil yang ada di Facebook. Pria yang dicarinya tersebut ternyata lahir di Liverpool dan nama ibunya disebutkan dalam profil tersebut, semuanya persis dengan ciri-ciri keponakan yang dicari-carinya selama ini.
Grube yang mendapat kabar dari adiknya tersebut sangat gembira dan akhirnya berhasil bertamu dengan anaknya minggu ini.
Menurut Beryl, kakaknya akhirnya berbicara langsung dengan anaknya tersebut melalui penerjemah dan tampak sangat bahagia bertemu kembali dengan anak laki-lakinya tersebut.
Gavin Paros yang kini tepat berusia 30 tahun pada hari minggu ini saat ini telah menikah dan memiliki tiga orang anak. Gavin mengatakan dirinya telah mencoba mencari keberadaan ibunya dalam lima tahun terakhir. Tak disangka, bisa ditemuinya lewat Facebook.
Beryl Wilson seperti dikatakannya kepada BBC menyebut awalnya Gavin diajak ayahnya pergi ke kebun binatang Blackpool, namun mereka tidak kembali ke rumah sejak saat itu dan ternyata memang sang ayah membawa Gavin ke Hongaria.
"Kaka saya sangat menderita, bahkan kesehatannya terus memburuk. Kami telah melakukan semua usaha, namun tampaknya sia-sia," kata Beryl.
Namun, setelah hampir putus asa Beryl Wilson mencoba menggunakan Internet untuk melacak keberadaan keponakannya itu. Awalnya dirinya memasukkan nama keponakannya ke sebuah search engine atau mesin pencari. Dan ternyata, mesin pencari tersebut mengarahkannya kepada sebuah profil yang ada di Facebook. Pria yang dicarinya tersebut ternyata lahir di Liverpool dan nama ibunya disebutkan dalam profil tersebut, semuanya persis dengan ciri-ciri keponakan yang dicari-carinya selama ini.
Grube yang mendapat kabar dari adiknya tersebut sangat gembira dan akhirnya berhasil bertamu dengan anaknya minggu ini.
Menurut Beryl, kakaknya akhirnya berbicara langsung dengan anaknya tersebut melalui penerjemah dan tampak sangat bahagia bertemu kembali dengan anak laki-lakinya tersebut.
Gavin Paros yang kini tepat berusia 30 tahun pada hari minggu ini saat ini telah menikah dan memiliki tiga orang anak. Gavin mengatakan dirinya telah mencoba mencari keberadaan ibunya dalam lima tahun terakhir. Tak disangka, bisa ditemuinya lewat Facebook.
Subscribe to:
Posts (Atom)














