Thursday, 19 January 2012

Matilda, Nama Spesies Baru Ular Bertanduk

Spesies ular berbisa baru ditemukan di kawasan terpencil Tanzania, sebuah negara di kawasan Afrika Timur. Ular dengan warna hitam dan kuning sepanjang 60 sentimeter itu pun memiliki nama cantik: Matilda, atau lengkapnya Matilda Viper Bertanduk.

Seperti namanya, ada bentuk menyerupai tanduk di atas mata reptil ini. Penemuan spesies terbaru ular ini kemudian masuk dalam jurnal "Zootaxa".

Nama Matilda sendiri diambil dari nama putri Direktur Wildlife Conservation Society di Tanzania, Tim Davenport. Putri Tim yang bernama Matilda, menemukan ular itu saat dia berusia 5 tahun (kini Matilda Davenport berusia 7 tahun).
Tapi, para ilmuwan ini menyembunyikan lokasi ditemukannya Matilda. Karena, para ilmuwan ini mengkhawatirkan Matilda menjadi buruan para pemburu ilegal.

Kelompok konservasi dari Wildlife Conservation Society menyatakan, habitat ular ini hanyalah beberapa kilometer persegi. Habitatnya pun sudah tercemar oleh penebangan liar dan tempat pembuatan arang.

Karena itu, Matilda pun kemudian diklasifikasi sebagai spesies yang kritis dan terancam punah. Walaupun begitu, koloni perkembangbiakan sudah dibuat, untuk menyelamatkan keberlangsungan generasi baru Matilda.
Setidaknya ada tiga jenis ular viper yang ditemukan di Afrika dalam tiga dekade terakhir. Karena itu viper merupakan jenis ular yang langka.
Sebagai sesama blogger marilah kita saling menghormati dan menghargai privasi seorang blogger. Cantumkan sumber link jika anda ingin mengcopy paste sebuah artikel dari web/blog lain. Jika anda merasa artikel dari saya bermanfaat silahkan berkunjung kembali dan follow
King Elementware�
Semoga bermanfaat ^_^

Spesies Perpaduan Binatang-Tumbuhan Ditemukan

Banyak binatang yang mengubah dirinya sebagai bagian dari mekanisme hidupnya. Seperti ulat menjadi kupu-kupu dan kecebong menjadi katak. Jika kita tak memahaminya, mungkin kita tidak pernah menyangka bahwa itu merupakan makhluk yang sama dalam dua bentuk yang berbeda.

Tapi tak demikian yang terjadi pada Mesodinium chamaeleon. Organisme bersel tunggal ini merupakan campuran dari binatang dan tumbuhan.

M. chamaeleon merupakan sebuah cilia, atau hewan bersel tunggal yang memiliki ribuan "rambut" kecil. Spesies ini ditemukan oleh Ojvind Moestrup dari Universitas Copenhagen di Teluk Niva, Denmark  bersama timnya. Contoh-contoh yang lain telah  ditemukan sejak  terdapat Pantai Finlandia dan Rhode Island.

Cilia menggunakan rambut untuk bergerak secara cepat di air. Kebanyakan cilia mendapatkan makanan mereka dengan memakan organisme lain, bukan dengan sintesa nutrisi diri mereka sendiri. Hal ini menandai mereka bersifat seperti binatang.

Beberapa spesies Mesodinium berbeda, yakni cryptomonads, yang menelan mikroorganisme lain, yang umumnya ganggang. Spesies dua bentuk ini saling bekerjasama, ganggang menghasilkan gula dengan fotosintesis, sementara Mesodinium melindungi mereka dan membawa mereka bergerak.

Organisme hibrida ini merupakan binatang dan tumbuhan secara bersamaan. Satu spesies seperti Mesodinium rubrum, hanya memakan ganggang merah dan sering kali ditemukan dalam bentuk ganggang mekar yang membentuk formasi red tides (gelombang merah).

Hibrida ini memang sulit untuk diklasifikasi. �Sekat perbedaan antara tumbuhan dan binatang benar-benar runtuh (pada Mesodinium),� kata �jvind Moestrup, ahli biologi asal Denmark.

Menurut Moestrup banyak mikroorganisme yang mungkin merupakan binatang dan tumbuhan secara bersamaan, atau mengubah menjadi salah satu di antaranya, seperti yang terjadi pada M. rubrum.

Tapi M. chamaeleon ini menjadikan sekat itu semakin runtuh. Karena ini merupakan perpaduan binatang tulen dengan tumbuhan hibrida.

M. chamaeleon mengambil sel alga, seperti M. rubrum. Tapi mereka tidak menyimpannya mereka secara permanen. Juga tidak mencerna dengan segera, seperti organisme ataupun binatang yang lapar.
Sebaliknya, sel-sel tetap utuh selama beberapa minggu sebelum menjadi rusak, sepanjang mereka terus memproduksi gula dengan fotosintesis. M. chamaeleon juga berubah warna tergantung apakah yang memilikinya ganggang merah atau hijau, atau keduanya. Karena kemampuan itulah Mesodinium ini disebut chamaeleon atau bunglon.

�Ini sangat tidak biasa,� kata Moestrup. Spesies Mesodinium lain lebih baik dalam mempertahankan sel yang diambil sesuai umur atau mencerna mereka dengan segera.

Endosymbiosis merupakan penyebutan kemampuan untuk mengambil ganggang dalam sel lain dan meletakkan mereka untuk bekerja. Dan hal ini merupakan salah satu penemuan terpenting  dalam sejarah kehidupan.
Sekitar 2 milyar tahun lalu, sebuah sel tunggal tertelan sebuah bakteri dan menggunakannya sebagai sumber energi. "Keturunan" bakteri itu akhirnya menjadi mitokondria yang berkekuatan sel lengkap, termasuk manusia. Tanpa endosimbiosis, tidak akan ada kehidupan multi sel.

Walau endosimbiosis pertama mungkin merupakan sebuah keberuntungan, tapi kini prosesnya tampak menjadi hal yang biasa terjadi, setidaknya di antara organisme bersel tunggal yang lebih kompleks. "Ini terjadi secara teratur," kata Moestrup.

M. chamaeleon mungkin menawarkan sebuah gambaran bagaimana endosimbiosis berkembang. Organisme tersebut masih berjalan dengan mudah yang memakan sel lain untuk menjaga kehidupan mereka dengan dirinya sendiri.
Sebagai sesama blogger marilah kita saling menghormati dan menghargai privasi seorang blogger. Cantumkan sumber link jika anda ingin mengcopy paste sebuah artikel dari web/blog lain. Jika anda merasa artikel dari saya bermanfaat silahkan berkunjung kembali dan follow
King Elementware�
Semoga bermanfaat ^_^

Wednesday, 18 January 2012

Persaingan Bisnis Perangkat Lunak Makin Ketat


Persaingan industri perangkat lunak (software) pada tahun 2012 diperkirakan semakin ketat. Ini karena ada kecenderungan industri IT yang turun langsung ke konsumen. Saat ini, industri aplikasi semakin berkembang seiring dengan menjamurnya perangkat-perangkat yang berisi berbagai pengembangan aplikasi.

Industri software di Indonesia dapat dikerjakan mulai dari dua orang hingga ratusan orang. Sedangkan model bisnis, meliputi beberapa jenis.
Pertama, Custom Software, yakni membuatsoftware untuk pelanggan sesuai pesanan.Kedua, Semi Custom, yaitu pihak pembuat sudah mempunyai template dari software yang dibuat, dan tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Ketiga, Product Software, yaitu pembuat software membuat satu macamsoftware kemudian dijual ke banyak pengguna.

"Tahun ini persaingan antar software lokal ada di bisnis model. Yakni apakah model custom atau product," ujar Indra Sosrodjojo, Director Software Andal, di Jakarta, Selasa, 17 Januari 2012.

Sedangkan untuk persaingan lokal-internasional, nantinya lebih pada pengambilan pasar produk, yaitu bagaimana software lokal mengambil pasar software dari luar.

Ia memperkirakan tren software akan lebih ke bisnis model. Pertimbangan pemilihan bisnis model menurutnya sangat menentukan untuk keberlangsungan software, selain produk dan target market.

Bagi yang memiliki modal terbatas, ia menyarankan untuk bisnis dengan model Custom Software. "Ini tidak perlu modal besar dan resiko kerugian kecil," tambahnya.

Ia memperkirakan komparasi hardware dan software akan mengarah 30 persen hardwaredan 70 persen software. Ini dipicu oleh semakin meratanya hardware yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia, misalnya perangkat mobile. "Perbandingan itu di luar sistem cloud," ujarnya.
Ia mengatakan saat ini di Amerika, software mempunyai kecenderungan terus naik, danhardware turun. 
Sebagai sesama blogger marilah kita saling menghormati dan menghargai privasi seorang blogger. Cantumkan sumber link jika anda ingin mengcopy paste sebuah artikel dari web/blog lain. Jika anda merasa artikel dari saya bermanfaat silahkan berkunjung kembali dan follow
King Elementware�
Semoga bermanfaat ^_^

Keterbatasan Bandwidth Dipermasalahkan

Pilihan pemerintah mengembangkan industri kreatif untuk menunjang perekonomian Indonesia dipandang sudah tepat. Namun, pengembang softwaremenilai infrastruktur untuk memajukan industri kreatif belum memuaskan, terutama masalah keterbatasan bandwidth.

"Bandwidth kita masih kurang, belum murah. Padahal ini menjadi akses untuk perekonomian," ujar Indra Sosrodjojo, Director Software Andal, di Jakarta, Selasa, 17 Januari 2012.

Dengan dukungan bandwidth yang kencang, menurutnya, akan membangkitkan perekonomian secara berlipat. Ia mencontohkan, Cina yang perekonomiannya meningkat karena membangun jalanan sebagai akses.
Meski hal itu dipandang menguras biaya yang besar, tapi akan menjadi pintu masuk untuk berkembangnya perekonomian di Cina. "Kalau di IT, jalanan infrastruktur IT yaitu bandwidth," jelasnya.
Kondisi bandwidth yang belum memuaskan, lanjutnya, juga menjadi salah satu penyebab distribusi industri kreatif hanya berpusat di kota-kota besar saja.

Selain soal infrastruktur, ia juga memandang penting pembinaan start up lokal. Meski menurutnya, produk start up lokal tidak begitu mengecewakan, para pengembang start upperlu mendapatkan mentoring industri IT.
"Para start up perlu juga membaca perkembangan bisnis ini," jelasnya.

Para pengembang start up menurutnya terlalu mengikuti tren software di tataran internasional tanpa melihat pasar lokal. Ditambah lagi, pengembang start up belum menguasai target pasar dan model bisnis. "Belum berpikir yang lebih, untuk bisnis, hanya berpikir dapat duit saja," ucapnya.
Sebagai sesama blogger marilah kita saling menghormati dan menghargai privasi seorang blogger. Cantumkan sumber link jika anda ingin mengcopy paste sebuah artikel dari web/blog lain. Jika anda merasa artikel dari saya bermanfaat silahkan berkunjung kembali dan follow
King Elementware�
Semoga bermanfaat ^_^

Friday, 13 January 2012

Sepatu High Heels Picu Kelainan Kaki

Sejumlah wanita merasa tak percaya diri melangkah tanpa sepatu high heels. Demi menunjang penampilan, mereka mengenakannya sepanjang waktu tanpa peduli efek buruknya. 

Studi University of East Anglia mengungkap bahwa pemakaian sepatu bertumit tinggi dalam jangka lama memicu perubahan bentuk telapak kaki. Tekanan yang timbul bisa membuat cekungan telapak kaki menjadi datar. 

Penggunaan sepatu tumit tinggi merangsang tubuh memproduksi protein yang dapat melemahkan tendon di sekitar telapak kaki. Kondisi ini membuat cekungan telapak kaki menjadi datar yang seringkali memicu nyeri dan kesulitan berjalan. 

Sekitar 3,5 persen warga Inggris yang terbiasa mengenakan sepatu tumit tinggi mengalami 'telapak kaki datar'. Paling jamak menimpa mereka yang berusia 40 tahun ke atas. 

Dr Graham Riley, yang melakukan studi tersebut, mengatakan bahwa sepatu dengan hak tinggi tidak mampu menunjang beban kaki dengan sempurna. Mereka yang mengenakan sepatu tumit tinggi sembari melakukan aktivitas sambil berdiri memiliki risiko lebih besar mengalami pelemahan tendon. 

Menurutnya, pemakaian high heels berpotensi mengubah postur tubuh akibat tekanan yang timbul di telapak kaki. Selain 'telapak kaki datar', pemakaian high heels berlebihan juga rentan memicu ketegangan pinggul, lutut, paha, serta meningkatkan risiko osteoarthritis, dan nyeri punggung. 

Mencegah munculnya 'telapak kaki datar', Riley menyarankan untuk menambahkan sol atau alas sepatu tambahan yang bisa menyangga cekungan telapak kaki dengan sempurna. Yang sudah terlanjur mengalaminya, beberapa mencoba memperbaiki kelainan dengan operasi. 

"Studi kami mungkin memiliki implikasi terapeutik yang penting, dengan mempelajari aktivitas protein tubuh sebagai media pengembangan pengobatan keluhan kaki di masa depan," ujar Riley yang memublikasikan studinya di Annals of the Rhumatic Disease Journal, seperti dikutip Daily Mail. 


(Sumber : http://kosmo.vivanews.com/)
Sebagai sesama blogger marilah kita saling menghormati dan menghargai privasi seorang blogger. Cantumkan sumber link jika anda ingin mengcopy paste sebuah artikel dari web/blog lain. Jika anda merasa artikel dari saya bermanfaat silahkan berkunjung kembali dan follow
King Elementware�
Semoga bermanfaat ^_^